Pemikiran Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa Pendidikan adalah memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi- tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Ki Hajar Dewantara juga menjelaskan bahwa Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat dan meyakini bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya.
Yang dapat saya simpulkan dari
pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu Pendidikan itu menuntun segala kekuatan
kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan
kebahagiaan. Pendidik itu diumpamakan seperti seorang petani yang menanam padi yang dalam
hakekatnya sama kewajibannya dengan seorang pendidik. Misalnya hanya dapat
menuntun tumbuhnya padi. Ia dapat memperbaiki kondisi tanahnya, memelihara
tanamannya, memberi pupuk dan air, memusnahkan ulat-ulat atau jamur-jamur yang
mengganggu hidup tanaman padinya. Seperti itulah jika ilustrasi menjadi seorang
pendidik harus berpihak / berhamba pada sang anak dengan semurni-murninya dan
seikhlas-ikhlasnya. Guru dan peserta didik berkolaborasi untuk menciptakan kedalaman spiritual,
intelektual dan sosial untuk mencapai keselamtan dan kebahagiaan yang
setinggi-tingginya sebagai manusia dan anggota masyarakat.
- Apa yang Anda percaya
tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda mempelajari
modul 1.1?
Sebelum memeplajari modul 1.1 tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara, pembelajaran yang saya lakukan hanya sebatas transfer materi kepada peserta didik untuk mencapai ketuntasan materi dan nilai dari aspek kognitif dan psikomotor saja. Sebelumnya saya tidak mempedulikan apakah siswa benar-benar sudah memahami materi yang sudah disampaikan atau belum dan ketika tes nilainya sudah mencapai KKM.
- Apa yang berubah dari
pemikiran atau perilaku Anda setelah mempelajari modul ini?
Setelah saya mempelajari modul 1.1 tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara, apa yang saya lakukan atau saya kerjakan selama ini tidaklah tepat sebagai seorang guru. Seharusnya guru melakukan pembelajaran secara menyeluruh bukan hanya aspek kognitif dan psikomotor saja namun aspek lainnya seperti aspek apektif, spiritual, sosial, dan budaya. Peserta didik bukan obyek pembelajaran namun sebagai subyek pembelajaran, dimana siswa memiliki kebebasan mengemukakan pendapat, berekspresi dan berkreasi sesuai dengan model dan media pembelajaran yang tepat. Guru seharusnya sebagai fasilitator / pembimbing dalam pembelajaran. Guru harus ikhlas dan penuh kesabaran dengan tulus hati dalam mendidik peserta didik agar terciptanya pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada peserta didik. Selain itu guru harus mempelajari karakter peserta didik karena setiap peserta didik mempunyai karakter berbeda-beda dan unik. Dan guru harus memberikan dorongan / kesempatan kepada peserta didik untuk tumbuh sesuai dengan kodratnya.
- Apa yang dapat segera
Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran KHD?
Yang dapat saya terapkan dalam pembelajaran di kelas
yaitu
a. Merancang pembelajaran yang
menarik dan menyenangkan dengan melibatkan peserta didik aktif dan kreatif di kelas
dengan metode student center.
b. Menerapkan pembelajaran abad21
(berfikir kritis, kreatif dan inovatif, komunikasi serta kerjasama).
c. Menjadi teladan bagi siswa dan
melaksanakan pembelajaran yang menuntun / membimbing peserta didik dengan budi pekerti
yang luhur.




.jpeg)